EOD DEPOHAR 60

Machine Learning in Healthcare
TNI AU

Depohar 60

2026-08-24

MENGHADAPI ANCAMAN NYATA! Taktik Presisi Prajurit Depohar 60 di Garis Depan Penjinakan Bom!
Setelah menguasai teknologi mutakhir, kini saatnya turun ke medan sebenarnya! Enam prajurit kebanggaan Depohar 60 langsung diuji kemampuannya dalam fase Field Training Exercise (FTX) di Andersen Air Force Base, Guam. Bersama pasukan Hawaii Air National Guard, personel kami menghadapi simulasi ancaman berisiko tinggi yang menuntut insting tajam, kejelian, dan akurasi mutlak.

Pada tahap ini, tim Depohar 60 diuji kemampuannya untuk mengeksekusi taktik penanganan pada tiga spektrum ancaman utama:

💥 1. Penanganan UXO (Unexploded Ordnance)
Bukan sekadar menjinakkan, tapi menganalisis. Prajurit dilatih merespons, mengidentifikasi, dan menetralisir sisa amunisi militer, proyektil, atau bom yang gagal meledak (dud). Dengan kalkulasi presisi, personel memastikan setiap objek berbahaya dapat diamankan tanpa memicu eskalasi ledakan.

🧨 2. Penanganan IED (Improvised Explosive Device)
Berhadapan dengan teror tak terduga! Tim mendalami teknik investigasi, membongkar, dan menghancurkan bahan peledak rakitan. Latihan ini menuntut kecerdasan taktis ekstra untuk membaca sirkuit kerumitan kabel, jebakan pemicu (booby traps), dan menetralisirnya dengan aman.

🛸 3. Penanganan Downed UAS/Drone (Unmanned Aerial System)
Adaptasi cerdas terhadap ancaman perang modern! Personel Depohar 60 melatih prosedur pengamanan pesawat nirawak taktis yang jatuh atau berhasil dilumpuhkan. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada payload (muatan peledak) aktif atau data yang membahayakan sebelum dievakuasi.

Keberhasilan menaklukkan materi berisiko tinggi ini adalah bukti nyata bahwa Depohar 60 tidak pernah kompromi dalam mencetak prajurit teknisi tempur yang tangguh. Kami siap menghadapi ancaman masa depan demi memastikan kedaulatan dan keamanan udara Nusantara! 🇮🇩

Swa Bhuwana Paksa! 🦅

Kategori berita